More Info :
0856 9191 9229
Photobucket Selamat Datang di Jubilee Education Services ---WE SERVE WITH HEART---
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Dua Wilayah di Australia Darurat Banjir




Pemerintah Australia berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para penduduk di negara bagian Queensland yang terendam banjir. Banjir akibat luapan sungai-sungai besar tersebut membuat setengah dari Queensland dinyatakan sebagai daerah bencana.

Pemerintah menurunkan dua helikopter Blackhawk untuk mengevakuasi 300 penduduk di kota Theodere, Rabu, 29 Desember 2010. Luapan sungai Theodore yang masih tinggi membuat daerah ini sebagai yang terparah terkena banjir.

Menteri Urusan Darurat Bencana Queensland, Neil Roberts, mengatakan  masyarakat Theodore adalah satu dari 20 komunitas yang dievakuasi akibat banjir. Dilaporkan ribuan orang telah diterbangkan dari lokasi banjir ke tempat pengungsian yang lebih tinggi.

“Kebanyakan dari sistem sungai besar kita telah kebanjiran sejak minggu lalu,” ujar Roberts seperti dilansir dari laman CNN.

Banjir besar kini mengarah ke dua kota besar, Rockhampton yang berpenduduk 50.000 orang dan kota Emerald yang berpenduduk 15.000 orang.

Luapan sungai yang disebabkan oleh hujan deras diperkirakan akan berkumpul di daerah tangkapan air sungai. Air yang terkumpul ini akan mengancam daerah yang akan dilaluinya walaupun curah hujan telah menurun.

“Memerlukan waktu hingga tiga hari untuk banjir tersebut menuju beberapa kota yang terancam. Memang hujan besar telah berakhir, namun ancaman banjir masih belum datang,” ujar Roberts.

Sebanyak 71 dari 73 komunitas di Queensland saat ini masih menerima bantuan dari pemerintah. Jaksa Agung Brendan O'Connors mengatakan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi di daerah bencana di seluruh Australia dan bekerjasama dengan pemerintah lokal untuk memberikan bantuan. (umi)


The University of Queensland

The University of Queensland News!
Participate in our studies!

Survey of driving following a whiplash injury 3 months – 3 years ago
UQ researchers are looking for volunteers who 1) are 18-65 years old, 2) are current car drivers, and 3) have neck pain resulting from a whiplash injury for the last 3 months – 3 years. The purpose of this survey is to better understand how a whiplash injury may impact on individuals’ driving and driving behaviours. You can complete the set of questionnaires in your own time directly on the web (surveymonkey.com/s/5NN8TNN) It will take approximately 10-15 minutes to complete.Alternately, we can send you a set of the questionnaires to complete and you can return them to the researchers using an enclosed reply-paid envelope. In this case, please contact; Mr. Hiroshi TAKASAKI on h.takasaki@uq.edu.au and ask for the questionnaires to be sent.

QU-Australia
JUBILEE Education Services-Jakarta

Pendaki Australia Tewas Terjatuh

WELLINGTON, Kompas.com - Seorang pendaki asal Australia tewas setelah terjatuh di jurang saat mendaki di Selandia Baru. Hal ini diungkap polisi wilayah tersebut, Senin.

James Poland, 48, pendaki asal Tasmania terjatuh saat mendaki di wilayah Taman Nasional Fiordland. Saat itu ia tengah melakukan perjalanann tiga hari bersama keluarganya.

Poland kemudian terpisah dengan keluarganya, Minggu (23/1). Keluarganya-lah yang kemudian memutuskan membunyikan alarm tanda bahaya dan Poland kemudian ditemukan tewas.

Sersan polisi Brock Davis dari kepolisian Invercargill mengatakan kemungkinan Poland terjatuh pada hari pertama pendakian.

Sumber : kompas.com

Pendaki Australia Tewas Terjatuh

WELLINGTON, Kompas.com - Seorang pendaki asal Australia tewas setelah terjatuh di jurang saat mendaki di Selandia Baru. Hal ini diungkap polisi wilayah tersebut, Senin.

James Poland, 48, pendaki asal Tasmania terjatuh saat mendaki di wilayah Taman Nasional Fiordland. Saat itu ia tengah melakukan perjalanann tiga hari bersama keluarganya.

Poland kemudian terpisah dengan keluarganya, Minggu (23/1). Keluarganya-lah yang kemudian memutuskan membunyikan alarm tanda bahaya dan Poland kemudian ditemukan tewas.

Sersan polisi Brock Davis dari kepolisian Invercargill mengatakan kemungkinan Poland terjatuh pada hari pertama pendakian.

Sumber : kompas.com

Banjir Australia Dampak Perubahan Iklim

KOMPAS.com Banjir yang baru-baru ini terjadi di Queensland, Australia, merupakan banjir terparah di negara itu, setidaknya dalam tiga dekade terakhir. Para ilmuwan mengutarakan bahwa banjir ini sangat mungkin memiliki keterkaitan dampak dengan perubahan iklim akibat pemanasan global.

Meski demikian, masih terlalu dini pula untuk menarik kesimpulan bahwa banjir tsunami disebabkan badai La Nina dengan pola yang lebih intens daripada biasanya.


Seperti disampaikan Kepala Divisi Monitor dan Prediksi Iklim dari Australia Bureau of Meteorology di Melbourne David Jones, "Pertama-tama, dapat kita katakan La Nina dan El Nino terjadi di Bumi yang makin panas. Polanya akan berbeda dengan pola biasa."

Jones mengatakan, dengan adanya perubahan iklim, diduga fenomena La Nina menjadi berbeda. "La Nina bisa jadi faktor penyebab banjir yang lebih parah karena hujan pun lebih buruk," katanya kepada Reuters.

Dalam setahun belakangan temperatur di permukaan laut juga mencapai rekor paling hangat untuk kawasan Australia dan kelembaban udara termasuk yang tertinggi untuk kawasan Australia bagian timur.

Adapun ahli iklim terkenal Amerika, Kevin Trenberth, menegaskan, benar beberapa fenomena La Nina dan El Nino teraktual, terutama di Asia, menunjukkan gejala-gejala berbeda. Hal ini disebabkan faktor perubahan iklim secara global. Namun, untuk menyepakati apakah pola baru ini akan memperburuk keadaan, ilmuwan masih berdebat.

Banjir rusak kota-kota

Guyuran hujan lebat yang berujung banjir merendam sekitar 30.000 rumah di Queensland sejak bulan lalu. Ibu kota Queensland, Brisbane, lumpuh total. Sampai saat ini tercatat 19 korban tewas serta ribuan orang mengungsi.

Kota berpenduduk 2 juta jiwa tersebut menjadi kota terakhir yang tergenang banjir di area Queensland. Sebelumnya, hujan deras mengubah tiga perempat wilayah Queensland menjadi zona bencana dengan skala dua kali lebih besar daripada ukuran Negara Bagian Texas di Amerika Serikat atau gabungan luas negara Perancis dan Jerman.

Puluhan ribu rumah juga tidak mendapat suplai listrik. Lebih dari 50 kawasan di pinggir kota dan jalan-jalan terendam setelah Sungai Brisbane meluap. Tanggul sungai jebol sejak Selasa (11/1/2011) karena tidak mampu menahan luapan banjir. Elevasi atau ketinggian air di sungai tersebut disinyalir akan terus bertambah setelah kemarin mencapai 5 meter.

Untuk sementara kantor berita Reuters melaporkan perkiraan kerugian akibat banjir sebesar 5 miliar dollar AS. Wartawan BBC di Brisbane, Phil Mercer, melaporkan, kota itu kini harus melakukan perbaikan infrastruktur besar-besaran. Bahkan sebagian korban banjir kemungkinan besar tidak bisa kembali ke tempat tinggal mereka.

Banjir juga memengaruhi industri batu bara, baik di Australia maupun pasar internasional, karena banyak tambang batu bara di Queensland terkena genangan air. Harga batu bara dilaporkan mengalami lonjakan tak lama setelah terjadi banjir. (National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)

Sumber : kompas.com

PM Australia Apresiasi Bantuan Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Kamis (20/1/2011) siang, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Indonesia dalam membantu fase rekonstruksi dan rehabilitasi terkait penanggulangan bencana banjir yang melanda Queensland. Apresiasi tersebut disampaikan Gillard kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telepon.

Atas hal ini, Presiden mengatakan, bantuan tersebut adalah wujud solidaritas bangsa Indonesia atas bencana yang melanda Australia. Demikian disampaikan Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.

"PM Gillard juga menyatakan bahwa dia berharap Pemerintah Indonesia juga bisa membantu pada fase pascarekonstruksi dan rehabilitasi. Presiden SBY sudah mengiyakan. Nanti pada masanya, akan dikirimkan tenaga sipil ke sana yang paham dengan rekonstruksi di wilayah bencana," kata Faiza.

Pada kesempatan tersebut, ujar Faiza, PM Gillard juga mengucapkan selamat kepada Indonesia yang mengetuai East ASEAN Summit 2011. PM Gillard berharap ada terobosan-terobosan yang dapat dilahirkan pada East ASEAN Summit 2011.

"Dalam hal itu, Australia menyatakan kesiapannya membantu Indonesia sebagai Ketua East ASEAN Summit. Presiden menyatakan penghargaan dan siap bekerja sama dengan Australia," katanya.

Pekan lalu, Pemerintah Indonesia memberikan bantuan dana sebesar 1 juta dollar AS kepada Pemerintah Australia untuk mengatasi bencana banjir di Queensland. Bantuan dana tersebut diberikan kepada Pemerintah Australia melalui Queensland Premiere’s Disaster Relief Appeal Fund yang dibentuk Pemerintah Queensland untuk membantu dan meringankan beban yang dihadapi korban bencana banjir dan keluarganya.

Sumber : www.kompas.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons